Bismillah

Ketika Iman Sudah Mulai Usang   Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan bahwa Nabi Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ “Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di […]
zorka portfolio
Project Detail
Date:
October 28, 2020
Category:
Client:
Ketika Iman Sudah Mulai Usang
Description

Ketika Iman Sudah Mulai Usang

 

Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan bahwa Nabi Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ

Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian!”[1]

Di dalam hadits lain beliau Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu hati pun kecuali di sana ada mendungnya, seperti mendung yang menutupi rembulan. Jika saat rembulan bercahaya, tiba-tiba mendung menutupinya, maka gelaplah. Dan jika mendung itu menyingkir darinya rembulan pun bercahaya (lagi).”[2]

Sesungguhnya menjaga iman dan memperbaruinya adalah penjagaan –dengan izin Allah– dari banyak penyakit hati. Futur adalah salah satunya. Karena itulah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah senantiasa menjaga iman dan memperbaruinya.

Sehubungan dengan ini Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا …

“Wahai orang yang beriman!” (QS. Al-Baqarah [2]: 104).

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).” (QS. Al-A’rāf [7]: 201)

Dari sinilah iman akan bertambah dan terjaga.

لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ…

“… untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada).” (QS. Al-Fath [48]: 4)

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا…

“Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya.” (QS. At-Taubah [9]: 124)

Di antara perkara yang dapat menambah iman adalah memperbanyak amalan, menjaga shalat sunnah rawatib, menjaga qiyamullail dan shalat tahajjud, serta tidak meninggalkan shalat witir, baik di saat bermukim maupun saat bepergian. Begitu pula dengan puasa sunnah, dahaga di siang hari, dari tidak menyia-nyiakan hari-hari yang utama untuk diisi dengan puasa sunnah.

Termasuk juga dapat menambah iman adalah bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, mempererat tali silaturahmi, berbakti kepada orang tua, serta berbaik hati, berbuat baik, dan mempedulikan fakir miskin dan anak yatim. Tidak ketinggalan pelaksanaa umrah, haji, bersegera ke masjid dan i’tikaf.

Ibadah-ibadah ini memberi energi iman bagi seorang mukmin. Ia dapat menjadi bekal di perjalanan. Ia pun dapat meringankan musibah dan memudahkan kesulitan. Adalah Rasulullah Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam jika dilanda suatu kesulitan, sesegera mungkin beliau mengerjakan shalat. Beliau pernah bersabda,

يا بلال أقم الصلاة ، أرحنا بها

“Mari kita beristirahat dengan shalat, wahai Bilal.” [3]